Hai, sob...
Kali ini Q punya cerita yang bisa menginspirasi kalian...
Kisah ini bercerita tentang seorang anak yang mengurungkan/menunda
keinginannya demi orang tua tercinta.
Bagaimana kisah lengkapnya? Mari simak cerita berikut :)
Ada seorang anak (sebut saja Jack) kini berkuliah di salah satu
universitas negeri ternama di salah satu kota di Indonesia. Dia begitu aktif
dan sangat dekat dengan keluarganya. Jack berasal dari golongan keluarga
menengah ke bawah. Hal inilah yang membuat Jack termotivasi untuk terus sukses
berprestasi.
Ilustrasi
Sejak kecil ketika Jack menjadi juara kelas dia tidak meminta sesuatu
kepada orang tuanya. Jack hanya ingin memiliki sebuah unit komputer dalam
angannya. Suatu hari orang tua Jack mengatahui bahwa Jack menginginkan sebuah
komputer. Orang tua jack berkata kepadanya, “Suatu saat jika Ibu dan Bapak
memiliki rizki kamu akan dibelikan komputer, nak.” Orang tua Jack berkata
demikian untuk menenangkan hati Jack. Di sisi lain semua orang tua di dunia ini
pasti ingin sekali membahagiakan buah hati tercinta khususnya orang tua Jack.
Tetapi apa daya kondisi berkata lain. Hingga Jack lulus dari sekolahnya Jack
belum juga memiliki sebuah unit komputer dan dia juga tidak menuntut kepada
kedua orang tuanya.
Jack merasa rendah diri untuk melanjutkan belajarnya di perguruan
tinggi karena dia berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi menengah ke
bawah. Tetapi dengan niat dan usaha yang kuat untuk belajar, akhirnya Jack bisa
merasakan bangku perkuliahan dengan mendapat beasiswa dari pemerintah. Semua
biaya perkuliahan ditanggung oleh pemerintah bahkan biaya hidup bulanannya
sekalipun.
Tak terasa sudah setahun berlalu Jack menjadi mahasiswa. Tiap bulan dia
selalu menyimpan uang sisa biaya hidupnya di bank. Hal itu dilakukannya hanya
untuk mewujudkan angan-angannya sejak kecil yaitu membeli sebuah unit komputer
atau saat ini notebook. Sekian lama
dia menabung, terkumpulah sejumlah uang yang senilai dengan harga notebook. Suatu ketika Jack mengetahui
jika saat ini orang tuanya sedang terlilit hutang yang jumlahnya kebetulan sama
dengan tabungannya yang akan digunakan Jack untuk membeli notebook. Jack sempat bingung harus mengutamakan urusan yang mana
antara mewujudkan angan-angannya yang sudah sekian lama dinanti atau melunasi
hutang orang tuanya.
Setelah berpikir dengan matang
Jack memutuskan untuk melunasi hutang orang tuanya dan menunda angan-angannya.
Hal demikian dilakukan Jack semata-mata untuk membalas budi jasa orang tuanya
yang sudah merawat, membesarkan dan mendidik Jack hingga seperti saat ini. Bagi
Jack uang tabungan yang digunakan untuk melunasi hutang orang tuanya masih
belum seberapa dan bahkan tidak ada apa-apanya jika dibanding dengan kasih
sayang dan pengorbanan orang tua Jack selama ini....
Banyak pelajaran berharga yang bisa kita dapat dari kisah inspirasi di
atas dan cobalah refleksikan dengan diri pribadi anda saat ini, sob....
Semoga tulisan Q ini bisa bermanfaat untuk kalian semua, sob... ^,^
Salam_Sukses_DH


