Apa kabar, para pembaca?
Semoga selalu dalam lindungan-Nya ya? Amien.
Kali ini saya mau berbagi inspirasi yang saya temukan
tentang ”Konsep Go Green Campus”.
Sebelum kita berbicara lebih jauh perlu kita ketahui bagaimana sih konsep Green
Campus itu sebenarnya? Mari kita simak penjelasan dari salah seorang pengamat
lingkungan.
Menurut Dr. Arif Zulkifli Nasution, “Pengertian Green campus
adalah sistem pendidikan, penelitian pengabdian masyarakat dan lokasi yang
ramah lingkungan serta melibatkan warga kampus dalam aktifitas lingkungan serta
harus berdampak positif bagi lingkungan, ekonomi dan social. http://bangazul.blogspot.com/2012/09/green-campus.html. [7 Mei 2013].
Nah, itu sekilas pendapat dari seorang pengamat lingkungan
yang bisa menjadi referensi sebagai pengantar dalam pembahasan tentang konsep Go Green Campus.
Kampus di Indonesia sendiri jumlahnya begitu banyak, mulai
dari kampus negeri hingga kampus swasta. Jika semua kampus menerapkan konsep Go Green Campus maka pemanasan global
akan terkurangi. Lalu bagaimana dengan kondisi kampus anda sekarang?
Illustration by Bryan Christie Design.
Saya berkuliah di salah satu kampus yang ada di Jawa timur.
Kampus saya saat ini sudah mulai mengonsep Go
Green Campus namun belum sepenuhnya dijalankan. Kampus saya akan
memberlakukan peraturan larangan merokok bagi warga kampus serta penerapan jam
malam.
Ada hal menarik dalam kampus saya yaitu penggunaan media
pemotong rumput. Kampus saya selain menggunakan mesin dalam proses pemotongan
rumput juga menggunakan alat yang sangat alami yaitu KAMBING. (lihat gambar).
Kambing Masuk Kampus
Kampus saya berbeda dengan kampus yang lain dan bahkan hanya
kampus saya saja yang menggunakan kambing sebagai media pemotong rumput. Banyak
komentar positif maupun negatif yang sampai terdengar pada telinga saya. Namun,
kita perlu mengapresiasi komentar positif serta tetap memperhatikan komentar
negatif pula.
Menurut saya komentar positif tersebut perlu diaplikasikan dengan sedikit
modifikasi. Pertama, kita bisa membuat pakaian untuk kambing-kambing agar
kotoran yang dihasilkan tidak terjatuh disembarang tempat. Kedua, kita bisa
memanfaatkan hasil kotoran kambing tersebut sebagai pupuk (perlu adanya proses
lebih lanjut). Keiga, dengan kondisi demikian diharapkan mahasiswa bisa lebih
dekat dengan alam serta komponen yang terdapat di dalamnya.
Tulisan yang sedikit
ini semoga bisa menghibur dan bermanfaat bagi para pembaca. Tentunya semoga
dapat menginspirasi. Terima kasih ^_^