Rabu, 05 Maret 2014

Aku Kalah dengan Seekor Cicak



           Seharian aku selalu disibukkan oleh aktivitas dunia, yang bisa dibilang tak ada sangkut-pautnya dengan urusan akhirat. Bahkan kesibukan ini serasa tidak pernah berhenti karena terjadi berulang-ulang sepanjang hari. . .
               Pagi hari, aku bersiap untuk menuju kantor. Aku makan pagi (sarapan) terlebih dahulu agar kondisi fsikku terjaga. Aku berangkat dengan tergesa-gesa menyusuri jalanan yang padat . . .
            Pagi hingga siang hari aku berada di kantor. Saat jam istirahat, aku makan siang bersama teman-temanku. Hingga jam istirahat pun berakhir, aku melanjutkan aktivitas keseharianku.
            Sore hari, aku pulang ke rumah dan harus melawati jalanan yang padat lagi. Bahkan aku tiba di rumah pada malam hari dengan kondisi tubuh yang lelah. Hal yang ingin aku lakukan saat itu adalah mandi dengan air hangat untuk meregangkan otot-ototku yang kaku, kemudian makan dengan masakan yang nikmat dan beristirahat di ranjang yang nyaman.
              Malam sudah larut, kemudian kurebahkan tubuhku di atas ranjang. Kunikmati nyamannya tempat tidur ini. Aku termenung sembari menatap langit-langit kamarku dan melihat seekor cicak yang sedang menunggu mangsanya. Aku berpikir, seekor cicak pun harus berusaha untuk mendapat makanan. Lalu bagaimana denganku? Semua hal yang aku inginkan dan aku butuhkan sudah tersedia.
              Saat itu aku tersadar bahwa aku belum menyembah (red: ibadah sholat) Tuhan (red: Allah) yang telah memberiku semua hal. Namun, aku hanya sebatas tersadar dengan kondisi yang lelah. Kemudian aku pejamkan mata ini sejenak dan kuhembuskan napas dengan tenang . . .
            Lalu kubuka mataku dan terlihat sinar mentari telah menyingsing. Aku kembali tersadar bahwa semalam aku belum menyembah Tuhan . . . ?
               Aku termenung, “Apakah masih kurang waktu yang diberikan Tuhan selama 24 jam sehari untuk beraktivitas dan menyisihkan waktu beberapa menit saja untuk menyembah Tuhan?”
 
     Ampunilah aku Tuhan . . .
                 Atas kelalaianku dan orang terdekatku . . .
     Untuk menyembah-Mu . . .

     Bukankah Tuhanmu telah berfirman dalam kitab suci (red: Al-Quran)?
  “Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala nya pada sisi Allah. Sesungguhnya Alah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. 2:110).

     Sebagai makhluk Tuhan yang “beriman” kita meyakini bahwa setiap makhluk ciptaan Tuhan tentu akan menyambah penciptanya. Bahkan aku yakin bahwa seekor cicak yang sedang berada di langit-langit kamarku juga menyembah penciptanya.

     Lalu bagaimana dengan dirirku dan dirimu?

    Semoga kisah ini bisa menjadi bahan perenungan untuk kita bersama dan dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Aamiin Yaa Rabbal Alamin ^_^

#Salam_Sukses_DH

Tidak ada komentar:

Posting Komentar