Selasa, 07 Mei 2013

Kambing Masuk Kampus

Apa kabar, para pembaca?
Semoga selalu dalam lindungan-Nya ya? Amien.

Kali ini saya mau berbagi inspirasi yang saya temukan tentang ”Konsep Go Green Campus”. Sebelum kita berbicara lebih jauh perlu kita ketahui bagaimana sih konsep Green Campus itu sebenarnya? Mari kita simak penjelasan dari salah seorang pengamat lingkungan.

Menurut Dr. Arif Zulkifli Nasution, “Pengertian Green campus adalah sistem pendidikan, penelitian pengabdian masyarakat dan lokasi yang ramah lingkungan serta melibatkan warga kampus dalam aktifitas lingkungan serta harus berdampak positif bagi lingkungan, ekonomi dan social. http://bangazul.blogspot.com/2012/09/green-campus.html. [7 Mei 2013].

Nah, itu sekilas pendapat dari seorang pengamat lingkungan yang bisa menjadi referensi sebagai pengantar dalam pembahasan tentang konsep Go Green Campus.

Kampus di Indonesia sendiri jumlahnya begitu banyak, mulai dari kampus negeri hingga kampus swasta. Jika semua kampus menerapkan konsep Go Green Campus maka pemanasan global akan terkurangi. Lalu bagaimana dengan kondisi kampus anda sekarang?


Illustration by Bryan Christie Design.

Saya berkuliah di salah satu kampus yang ada di Jawa timur. Kampus saya saat ini sudah mulai mengonsep Go Green Campus namun belum sepenuhnya dijalankan. Kampus saya akan memberlakukan peraturan larangan merokok bagi warga kampus serta penerapan jam malam.

Ada hal menarik dalam kampus saya yaitu penggunaan media pemotong rumput. Kampus saya selain menggunakan mesin dalam proses pemotongan rumput juga menggunakan alat yang sangat alami yaitu KAMBING. (lihat gambar).

Kambing Masuk Kampus

Kampus saya berbeda dengan kampus yang lain dan bahkan hanya kampus saya saja yang menggunakan kambing sebagai media pemotong rumput. Banyak komentar positif maupun negatif yang sampai terdengar pada telinga saya. Namun, kita perlu mengapresiasi komentar positif serta tetap memperhatikan komentar negatif pula.

Menurut saya komentar positif tersebut perlu diaplikasikan dengan sedikit modifikasi. Pertama, kita bisa membuat pakaian untuk kambing-kambing agar kotoran yang dihasilkan tidak terjatuh disembarang tempat. Kedua, kita bisa memanfaatkan hasil kotoran kambing tersebut sebagai pupuk (perlu adanya proses lebih lanjut). Keiga, dengan kondisi demikian diharapkan mahasiswa bisa lebih dekat dengan alam serta komponen yang terdapat di dalamnya.

Tulisan yang sedikit ini semoga bisa menghibur dan bermanfaat bagi para pembaca. Tentunya semoga dapat menginspirasi. Terima kasih ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar